USTADZ TUA, GURU TUA, ATAU GURU KAILI

Ada beberapa nama panggilan yang selalu digunakan oleh Abnaul Khairaat, ketika mereka menyapa sang “Muassis” (pendiri) Alkhairaat ini.

Panggilan itu antara lain seperti; Sayyid Idrus, Habib Idrus, Ustadz Tua dan Guru Tua. Namun panggilan Guru Tua adalah yang paling populer dan akrab digunakan di kalangan Abnaul Khairaat bersama To-Kaili.

Secara Sosio-historis, diriwayatkan oleh para tokoh setempat bersama murid-muridnya, ketika sang pendiri utama Alkhairaat ini telah berhasil mengkader beberapa orang muridnya, orang-orang Kaili agak sulit membedakannya dengan murid-muridnya. Oleh karena baik beliau maupun murid-muridnya, termasuk kedua keponakannya; Habib Muhammad bin Shekh Al Jufrie dan Habib Saggaf bin Shehk Al Jufrie, oleh masyarakat sama-sama dipanggil dengan sebutan Habib atau Ustadz. Maka untuk membedakan mana Sayyid Idrus dan mana murid-muridnya, penduduk Palu kemudian memanggilnya dengan sapaan; Uztadz Tua, Guru Tua, atau Guru Kaili.

Gelar ini tidak hanya sekedar sebagai pembeda antara dirinya dengan para muridnya, melainkan menunjukkan, betapa penduduk asli kota Palu (To-Kaili) sangat mencintai dan menghormatinya, sehingga mereka membutuhkan sebutan khusus untuk dirinya. Bahkan dengan sebutan khusus itu, menggambarkan bahwa Guru Tua adalah seorang tokoh yang sangat populis dan berhasil membangkitkan kecintaan masyarakat kepada dirinya, tidak dengan pendekatan politis dan kekuasaan, tetapi karena keteladanan dan uswah keulamaan yang dimilikinya.

Sumber: Gani Jum’at, Presiden Wanita Dalam Prespektif Ajaran Islam (Suatu Persepsi Pada Komunitas Alkhairaat Palu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here