Rektor UIN Palu : Ponpes Merupakan Laboratorium Perdamaian

Prof H Sagaf S Pettalongi MPd
Rektor UIN Palu : Prof H Sagaf S Pettalongi MPd

Palu, Alnews – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Prof H Sagaf S Pettalongi MPd menyebutkan Ponpok Pesantren (Ponpes) merupakan laboratorium perdamaian dan menyemai ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Ramah dan moderat dalam beragama.

Demikian dia ungkapkan dalam momentum perayaan Hari Santri Nasional 2021, Rabu, 19 Oktober 2021.

Menurutnya, banyak alasan dan dasar sehingga pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian, yakni pesantren memiliki kesadaran harmoni beragama dan berbangsa.

Dia menambahkan, metode mengaji dan mengkaji nilai-nilai ajaran Islam di pesantren diterapkan keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab.

“Bahkan, dipesantren para santri juga diajarkan untuk khidmah (pengabdian), yang merupakan ruh dan prinsip loyalitas, dan di pesantren santri juga diajarkan pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri,” ujar Prof Sagaf.

“Selain itu gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra juga tumbuh subur di pesantren,” imbuh Prof Sagaf.

Prof Sagaf juga mengemukakan, di pesantren lahir beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar, untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius, dan juga diajarkan merawat khasanah kearifan lokal.

Kata dia, santri juga diajarkan untuk memiliki prinsip maslahat (kepentingan umum) yang merupakan pegangan mutlak kalangan pesantren.

“Dan di pesantren diterapkan penanaman spiritul. Tidak hanya mendalami soal hukum Islam (fikih), tapi juga berbagai ilmu pengetahuan, termasuk kebhinekaan dan Pancasila,” ucapnya.

Prof Sagaf menilai sebagai laboratorium perdamaian, pemerintah harus memberikan perhatian serius dan berkelanjutan kepada santri dan pondok pesantren yang ada di Indonesia termasuk di Sulteng.

“Apalagi dalam berbagai catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, santri berperan penting dalam membebaskan Indonesia dari jajahan penjajah kala itu,” ujarnya. (red/**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here