Pimpinan DPO Poso Tewas, Nasir Abbas: Kekuatan Mereka Semakin Melemah

Nasir Abbas

PALU – Pimpinan DPO Poso Ali Kalora dan satu anggotanya yakni, Jaka Ramadhan tewas tertembak oleh Satgas Madago Raya.

Insiden baku tembak tersebut terjadi di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Sabtu (18/09/2021) petang.

Menanggapi hal itu, mantan ketua Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas, mengatakan, kekuatan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, akan semakin melemah dengan tewas Ali Kalora.

Melemahnya kelompok ini, ia berharap, anggota lain menyerahkan diri. Sebab sudah tidak ada lagi ketua, kecuali masih bertahan dan langsung menunjuk satu ketua baru.

“Yang jelas, dengan tewasnya Ali Kalora, kekuatan mereka semakin melemah, karena ngak ada ketuanya,” kata Nasir Abbas, saat dihubungi Ahad, (19/09/2021) pagi.

Nasir menambahkan, apa yang dilakukan Satgas gabungan TNI/Polri untuk menjaga keamanan bangsa dan negara. Bukan ada maksud membenci satu kelompok atau membenci satu agama. Kerja-kerja aparat TNI/Polri patut diapresiasi dalam rangka menjaga keamanan.

“Saya yakin seruan dari aparat dan pemerintah untuk menyerahkan diri untuk berhenti tapi tidak mau, dan mereka terus melanjutkan. Dan inilah resiko bagi mereka,” tambahnya.

Nasir menjelaskan, aparat harus mewaspadai langkah-langkah pembalasan yang dilakukan oleh anggota Ali Kalora yang tersisa. Begitu juga kata dia, dengan para pendukungnya saat menyambut jenazah Ali Kalora. Jangan sampai ada kegaduhan saat pemakaman kedua jenazah tersebut.

“Kita tetap wasapada, ini jangan sampai menjadi momen untuk aksi akibat dari respon aparat atau masyarakat yang tidak setuju dengan cara mereka membewa jenazah,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, dengan tewasnya pimpinan DPO Poso tidak akan menimbulkan rekasi dari kelompok lain seperti di daerah di Jawa. Menurut dia, kelompok teroris Poso berbeda dengan di daerah lain.

“Saya kira beda, beberapa kali kejadian di Poso tidak menimbulkan aksi atau reaksi dari kelompok di daerah lain, itu menjukan urusan Poso urasan Poso, dan kelompok lain, kelompok lain,” tutupnya.

REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here