Perihal SE Menag Nomor 5, Alamsyah Sebut Wujud Indah Akhlak Islam

Alamsyah Palenga

Palu, AlNews – Ramai soal Suarat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 05 tentang pengaturan penggeras suara di masjid dan di musholah dinilai sebagian kalangan membatasi umat islam dalam melaksanakan ibadah di masjid dan mushalah.

Menanggapi hal itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Alamsyah Palenga, menyatakan SE Menag sebenarnya memperlihatkan betapa indah dan mulianya akhlak islam. Rasa menghormati antar umat beragama tergambar dalam aturan itu.

“Surat Edara ituwujud dan menunjukan betapa sempurnanya akhlak Islam” kata Alamsyah Palega, Kamis, (24/2) siang.

Alamsyah mengatakan, dengan pengaturan itu tidak lantas ada yang berubah sebagaimana yang sering terjadi di masyarakat. Bahkan aturan itu sudah ada sejak tahun 1978. Jadi lanjut dia, Menag itu hanya meneguhkan apa yang sudah pernah diatur.

“saya kira tidak akan banyak aturan itu berubah di masyarkat terkait penggunaan Toa, seperti biasa sebagaimana kita gunakan selama ini” imbuhnya.

Ia juga menyinggung soal pengaturan toa masjid pernah disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dan menurut dia, Menag mungkin bermaksud mengantisipasi kejadian-kejadian khsusus. Sebagaimana pernah tejadi dibeberapa tempat ketika ada warga yang mengajukan protes soal pengeras suara di rumah ibadah.

“Tapi secara umum, aturan ini tidak akan merubah apa-apa, dan pengunaan seperti tarhim, azan dan takbir idul fitri dan idul adha tetap seperti biasa” tandasnya.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here