Pelajar NU Sulteng Tolak Kehadiran Khalid Basalamah di Kota Palu

Palu, AlNews – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Tengah (Sulteng), menolak kehadiran Khalid Basalamah di Kota Palu dalam acara Tabligh Akbar dilaksanakan oleh salah satu yayasan di Palu.

“kami merasa keberatan dan menolak kehadiran Khalid Basalamah yang juga da’i Wahabi datang ke Kota Palu,” tegas Ketua IPNU Provinsi Sulteng, Muamar, Rabu, (12/01).

Muamar mengatakan bahwa Khalid Basalamah merupakan da’i Wahabi di Indonesia. Dan narasi yang dibawakan dalam beberapa ceramahnya yang beredar luas di media sosial, kerap menimbulkan ujaran kebencian dan dapat berpotensi memecah belah kerukunan umat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Khalid Basalamah Da’i Wahabi, ceramahnya tidak sesuai dengan tradisi, adat istiadat dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Tanah Kaili” katanya.

Selain itu kata dia, narasi ceramah Khalid Basalamah juga bertolak belakang dengan ajaran Ahlu sunnah wal jamaah yang diajarkan oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua), yang dijalankan oleh mayoritas umat islam dan oleh da’i di Sulawesi Tengah.

“Bahwa ajaran Gutu Tua di Tanah Kaili sangat perlu kita jaga dan kawal bersama” tegasnya.

Diketahui, penolakan IPNU Sulteng terhadap Da’i Khalid Basalamah secara tertulis yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Palu dan Polres Palu yang ditanda tangani Ketua Muamar dan sekretaris Sulistiawan bernomor 005/PW/IX/7354/22, tertanggal 12 Januari 2022.


Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here