Kisah Umrati Mengajar Ngaji Alquran Sambil Berjualan Nasi Campur

Suasana mengajar mengaji Alquran di sebuah warung sederhana milik Umrati di Jalan Malonda Kelurahan Silae. (FOTO: REDAKSI ALNEWS.ID)

SUARA berisik kenderaan lalu lalang di jalan trans Palu-Donggala, tepatnya di kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi. Tiga orang anak tampak seperti tak terganggu dengan rutinitas itu. Mereka malah serius memegang dan membaca lembaran lembaran mushaf Alquran berulang-ulang, di bangku sederhana disebuah warung kecil. Mereka dengan penuh sabar menunggu pemilik warung sedang sibuk melayani pembeli. Anak-anak itu terus memperlancar bancaannya.

Di sebuah warung berdiding papan dan atap seng bekas itu, mereka sudah beberapa bulan terakhir belajar. Ada sekitar 5 orang santri yang meminta waktu di siang hari, demi belajar Alquran meskipun di warung yang tampak reyot itu. Dan hampir setiap hari, proses belajar mengajar mereka jalani.

Adalah Umrati (40) pemilik warung sekaligus pengajar kepada anak-anak tersebut. Wanita lulusan pesantren Sidogiri ini, tanpa pamri mengajarkan pengetahuannya tetang Alquran. Ia juga menyebut, bahwa usaha warung miliknya lebih banyak sedekahnya daripada mengambil untung. Dan bukan hanya 3 anak itu saja yang datang ke warungnya. Ada ratusan santri bahkan beberapa mahasiswa IAIN Palu pun menimba ilmu dengannya.

“ada sekitar 81 orang, kalau dihutung ada ratusan lebih. Umurnya dari 4 tahunan diajari dari awal, mereka sampai khatam beberapa kali itu” terang Umrati, (Senin,27/09) siang.

Ibu dua anak ini menjelaskan, santrinya khusus belajar ilmu tajwid sekaligus diajarkan akhlak. Menurutnya, untuk menghafal itu lebih mudah, ketika bacaan tajwid sudah benar semua. Fokusnya kata dia, harus memperbaiki dahulu ilmu tajwid agar lebih mudah menghafalnya.

“kalau sholat dan tajwidnya tidak bagus, kan susah dan setegah mati” katanya.

Umrati sudah 4 tahun tinggal di Kota Palu dan membuka usaha berjualan nasi campur. Dan tempat usahanya itu, sudah hancur dihantam stunami 28 September 2018 lalu. Saat ini, bersama suaminya tinggal dan numpang di rumah salah satu warga. Dan di rumah itulah, mereka mengajarkan ratusan anak agar bisa membaca Alquran dengan benar.

Ia menambahkan, setiap malam ahad, dan jumat, ia menyediakan makan malam bagi anak didiknya. Umrati bahkan sedih jika malam itu ia lewatkan begitu saja tanpa adanya makan malam bersama.

“pokonya setiap malam minggu dan jumat. Saya itu menyediakan konsumsi makan malam untuk anak-anak mengaji. Tujuannya hanya untuk ridha Allah dan ingin mendapatkan syafaat nabi Muhammad” katanya.

Tujuannya itu kata dia, hanya ingin berkah dari Alquran. Dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hanya Allah lah yang menjadi penolong dan menggerakkan hati manusia agar bisa menolongnya. Hampir setiap bulan, ia mengirim uang kepada dua orang anaknya yang tengah belajar di Pesantren di Jawa.

“di sini mereka diajarkan akhlak agar ilmunya melekat” tutupnya.

REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here