Ketua MUI Anggap Susaningtyas Bukan Pengamat Tetapi Penyesat

K.H. Muhammad Cholil Nafis (Sumber foto: mui.or.id)

Palu, Alnews – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis menuding pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Kertopati sebagai penyesat.

Tudingan tersebut dilayangkan oleh Nafis terhadap komentar pengamat intelijen tersebut bahwa banyak sekolah di Indonesia berkiblat pada Taliban dan bahasa Arab adalah ciri teroris.

Cholil menduga Susaningtyas tidak memahami bahasa Arab sehingga menghubungkannya dengan terorisme.

“Mengamati atau menuduh. Gara-gara tak mengerti bahasa Arab maka dikiranya sumber terorisme atau dikira sedang berdoa hahaha. Ini bukan pengamat tapi penyesat,” tulis Nafis di akun Twitternya.

Ia juga menilai ada sesat logika di dalam cara berpikir yang diperlihatkan oleh Susaningtyas.

Bahasa Arab telah menjadi bahasa di dunia Islam dan menjadi bahasa Alquran.

Bagi Nafis, bila ada orang yang berbahasa Arab namun menjadi teroris itu tidak berarti bahwa yang salah adalah bahasa tersebut.

Ia lantas menganalogikan hal tersebut dengan profesor korupsi yang salah bila menuding perguruan tinggi sebagai sarang korupsi.

“Pengajaran bahasa Arab sama dengan orang mengajarkan agama. Jadi, kalau mengatakan Islam agama teroris salahnya di situ. Ini kesalahpahaman,” tegasnya, seperti dilansir dari Republika, Rabu (8/9/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here