Hentikan Tayangan Iklan ACT !!!

Alnews (6/7/22). Meruaknya dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan lembaga filantropi ACT mendapat tanggapan luas masyarakat, namun iklan di platform media sosial mereka terus berlanjut.

Kasus ini dimulai dari investigasi oleh media Tempo yang menuding adanya bagi – bagi kekayaan oleh pimpinan ACT. Bahkan belakangan PPATK ikut bicara adanya dugaan aliran dana dari ACT yang ikut mengalir mendukung kegiatan terorisme.

Alamsyah Palenga, Ketua GP Ansor Sulawesi Tengah mendesak agar PPATK buka – bukaan soal dugaan itu, jangan sampai menjadi bola liar.

“PPATK jangan lepas bola liar, buka saja ke publik apa dan bagaimana data yang ada,” buka Alamsyah.

“Tudingan yang katanya bersumber dari data transaksi keuangan ACT itu hal yang serius loh, bukan main – main. Ini bisa memberi citra buruk kepada lembaga filantropi yang begitu banyak di Indonesia,” lanjutnya.

“Warga dengan rela atas dorongan kesalehan dan keikhlasan mendonasikan sebagian hartanya melalui ACT, lalu malah jadi begini. Meski ini baru dugaan tetapi ini bukan hanya merusak lembaganya saja namun juga memberi kesan tidak baik bagi umat Islam itu sendiri,” lanjutnya.

“Bahkan kemarin (5/7), kami masih melihat iklan crowdfunding ACT beredar di platform media sosial. Harusnya ini dihentikan dulu sampai masalah selesai”.

“Dengan melakukan itu (tetap beriklan), rasanya ACT tidak menghargai perasaan warga Indonesia yang lagi marah dan prihatin.”

“Hentikan penayangan iklan itu !!! Jangan permainkan perasaan warga !!!”, tutup Alamsyah dengan nada tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here