Diresmikan, Ini Wisata Permandian Baru di Kelurahan Baiya

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Palu ,Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng dan Tim Leader OSP-9 meninjau langsung kegiatan pemeliharaan sumber mata air melalui pendanaan program padat karya tunai di Kelurahan Baiya. (Foto: FA/AlNews.Id)

Serah terima kegiatan Cash For Work (CFW) atau padat karya tunai dan pemanfatan wisata permandian dan mata air Uwentumbu di Kelurahan Baiya, Kecamaan Tawaeli diresmikan, Selasa, (9/11) pagi.

Hadir dalam kegiatan serah terima dan persemian tersebut yakni, Wali Kota Palu diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sulteng, Tim Leader OSP-9, Camat Taweli dan Lurah Baiya.

Pemeliharaan dan perbaikan mata air Uwe Tumbu ini diintervensi oleh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian PUPR tahun anggaran 2021. Kota Palu sendiri mendapatkan pagu anggaran sebanyak Rp. 3,6 Miliar untuk 12 Kelurahan di Kota Palu, masing –masing mendapatkan alokasi sebanyak Rp. 300 Juta.

Wali Kota Palu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Rifani Pakamundi, mengatakan melalui program Cash For Work atau padat karya tunai dapat meningkatkan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Program ini selain bisa mengurangi angka penganguran, ketidakpastian ekonomi pada masa pandemi Covid juga dapat mempercepat pemulihan ekonomi” katanya

Walikota Palu menilai program ini memberikan dampak posotif terhadap masyarakat dalam hal membangkitkan ekonomi dan membuka peluang kerja serta menambah infrastruktur lingkungan bersakala kecil di tingkat kelurahan.

“program ini memberikan dampak positif dan membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja” imbuhya.

Sementara itu Kepala Balai Sarana dan Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng, Sahabuddin, dalam sambutannya mengatakan, program ini 70 persen untuk upah tenaga kerja dan 30 persennya untuk pembelian material dan administrasi. Ia juga mengatakan lokasi mata air Uwe Ntumbu sangat berpotensi untuk dikembangkan apalagi dengan dukungan pihak kelurahan.

“program ini hampir 60 persen untuk upah pekerjaan dan 40 persenya material dan administrasi” katanya.

REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here