Bupati Buol Serahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Naker

Buol, Alnews – Bupati Buol dr.H. Amirudin Rauf menyerahkan secara simbolis santunan Program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga orang ahli waris Aparat Desa Kabupaten Buol, didampingi Kepala Dinas Nakertrans Buol, Dadang, Kabid Penempatan Kerja dan Hubungan Industri, Suparman Marhum serta Kepala BPJS Naker Cabang Buol, Andi Ilham Akbar, Senin (09/11/2021)
Santunan Jaminan Kematian BPJS Naker, masing-masing diserahkan kepada ahli waris almarhum Kamarudin, aparat Desa Pandangan yang juga terdaftar dalam peserta bukan penerima upah sebagai petani sebesar Rp 84 juta, penerima santunan berikutnya ahli waris almarhum Suhandi D Opanto, aparat Desa Ngune, Kecamatan Lakea sebesar Rp 42 juta, serta ahli waris Dawani Noho, Kepala Desa Botugolu Kecamatan Bunobogu sebesar Rp 42 juta.
Dalam sambutannya, Bupati Amirudin Rauf menyampaikan apresiasinya atas program perlindungan BPJS Naker, serta berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah desa agar mendaftarkan seluruh pegawai non ASN pada program perlindungan jaminan sosial BPJS Naker.
“Dengan begitu, kedepan bisa meringankan beban keluarga apabila mengalami hal yang tidak diinginkan dikemudian hari,” kata bupati.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Buol Andi Ilham Akbar menyampaikan, bahwa nnilai santunan Jaminan Kematian yang diberikan sebesar Rp 42 juta tersebut sesuai dengan Perubahan Peningkatan Santunan Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan yang tertuang dalam PP Nomor 82 Tahun 2019.
“Proses pencairan jaminan tidak memakan waktu lama. Jika persyaratan lengkap, dalam waktu maksimal tujuh hari, santunan jaminan kematian dapat langsung cair, ditransfer ke nomor rekening ahli waris,” kata Andi Ilham Akbar.
“Salah satu manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan adalah santunan jaminan kematian seperti ini, apabila ada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia, maka ahli waris akan berhak menerima santunan, bahkan jika kepesertaan di BPJS sudah mencapai 3 tahun, dan apabila ada anak yang masih sekolah akan mendapatkan beasiswa sampai dengan perguruan tinggi untuk dua orang anak,” imbuhnya.
Ditempat sama, Kepala Bidang Penempatan,perluasan dan Hubungan. Industrial Kabupaten, Suparman Marhum menyebutkan, saat ini Pemerintah Kabupaten sedang menyiapkan regulasi terkait Perlindungan Pekerja Rentan,yang merupakan amanah inpres Nomor 2 Tahun 2021, dengan target pemerintah untuk memberikan perlindungan.
“Kepada seluruh pekerja, baik formal maupun informal, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, hal ini merupakan program prioritas Dinas Tenaga kerja,” jelasnya.(**/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here