Bripka H, Ditetapkan Sebagai Tersangka !

Bripka H, anggota Polres Parigi Moutong akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, atas penembakan yang menewaskan Erfaldi pada aksi unjuk rasa penolakan perusahaan tambang legal beberapa waktu lalu.

“Penyidik telah menetapkan Bripka H sebagai tersangka. Ia disangkakan dengan Pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun,” tegas Kapolda Sulteng, Rabu, 2 Februari 2022 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.

Kapolda membeberkan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil uji forensik dan uji balistik pada senjata api milik anggota polisi yang melakukan pengamanan pada aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 12 Februari 2022.

“Hasil uji balistik tersebut identik dengan anak peluru proyektil pembanding, yang ditembakkan dari senjata organik pistol HS9 dengan Nomor Seri H239748 atas nama pemegang Bripka H,” ungkap Kapolda.

Demikian pula ditemukan keidentikkan hasil uji DNA dari sampel darah yang ditemukan di proyektil dengan darah korban, Erfaldi.

Kini penyidik Ditkrimum Polda Sulteng telah memeriksa 14 saksi, termasuk Bripka H, serta mengamankan barang bukti berupa satu butir proyektil, satu lembar jaket warna kuning, satu lembar baju kaos warna dongker, dan tiga butir selongsong peluru.

Kapolda Sulteng berkomitmen, senantiasa profesional menindak anggota yang bersalah melanggar standar operasional prosedur (SOP) maupun tindak pidana.

“Kami profesional menangani anggota yang bersalah melanggar SOP yang telah ditetapkan Bapak Kapolri. Mudah-mudahan ini kali terakhir yang terjadi di tubuh Polri,” tutupnya.

Mari kita tunggu perkembangan kasus yang menyita perhatian publik yang cukup luas ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here