Bangun Literasi Agama Lintas Budaya, Institut Leimina Sinergi dengan Alkhairaat

Foto bersama usai penandatangan MoU bersama Ketum PB Alkhairaat, Rektor Unisa Palu dan Direktur Eksekutif Institut Leimina. Foto: IST


PALU – Institut Leimina bersama Pengurus Besar (PB) Alkhairaat dan Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu menjalin kerjasama membangun literasi keagamaan lintas budaya. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Ketua Umum PB Alkhairaat, Rektor Unisa Palu dan Direktur Eksekutif Institut Leimina, dalam kegiatan sosialisasi program di Aula Fakultas Agama Islam, Unisa Palu, Sabtu, (26/03) siang.

Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Ali Muhammad Aljufri, dalam sambutannya menekankan bahwa pentingnya menjaga persaudaraan dan kemanusiaan. Dalam keyakinan umat Islam, asalmula umat manusia bersumber dari satu jiwa, yakni Nabi Adam alaihi salam. Dan hingga kini populasinya terus berkembang.

Habib juga menekankan di hadapan para guru-guru, tidak hanya mengajarkan kepada anak-anak didiknya menjadi pintar. Namun juga harus diajarkan anak-anak didiknya memiliki akhlak yang luhur sehingga dapat bermanfaat bagi sesama.

“ajarkanlah anak didikimu, ajarkanlah anak-anakmu bukan karena hanya mereka menjadi pintar, tetapi mereka menjadi orang berguna dan berakhlak” kata Habib.

Selain itu, Habib juga meminta agar lebih banyak berbuat daripada banyak berteori, sehingga bisa menjadi teladan. Menurutnya, saat ini umat kehilangan keteladanan. Banyak yang pintar tetapi tidak banyak orang yang memiliki akhlak mulia.

“Kita berharap menjadi orang yang dapat membina akhlak, ajarkanlah generasi dan anak didik di sekolah menjadi berakhlak” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institu Leimina, Mathius Ho, menjelaskan bahwa proram literasi keagamaan lintas budaya, adalah sebuah usaha dalam rangka semakin memperkuat persaudaraan di tengah-tengah keberagaman antar sesama pemeluk agama.

“Tapi yang namanya kebaikan itu dan kemanusiaan dapat mempersatukan kita” katanya.

Mathius terkesan dengan tiga warisan ajaran pendiri Alkhairaat Habib Idrus Salim Aljufri, di antaranya, pendidikan karakter, nasionalisme dan islam mulitikulturalisme. Menurutnya, pemikiran tersebut terus berkembang seiring dengan dengan berkembangnya perguruan Alkhairaat di tengah perubahan zaman saat ini.

“upaya bagaiamana nilai-nilai yang ditanamkan Guru Tua, saya kira itu Luarbiasa, betapa Alkhairaaat itu terus berkembang dan semakin besar di tengah perubahan zaman saat ini” imbuhnya.

Ia juga menerangkan, saat ini pihaknya juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak, untuk memperkuat literasi keagamaan di tanah air.

Kegiatan sosialisasi dan penandatanganan MoU tersebut, juga dilaksankan via zoom, dihadiri para Kepala Madrasah di lingkungan Alkhairaat dan para Dosen di Unisa Palu.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here